aku rindu.

Kenapa tiba2 aku merindu???
Rindu akan sbuah kasih sayang,,
Bukan karna tiba2, tapi lebih tepatnya aq terlalu lama merindukannya,,
Aq ingin mendengar  tanya penuh perhatian,,
Aq ingin merasakan belaian kasih meski hanya sejenak tak lebih dari 5 menit,,
“ bgmn kegiatanmu hari ini anakku??? Apakah keindahan menghiasi kisah perjalananmu hari ini???”
Aq rindu,,
“ceritalah pada ibumu anakku, apa yg terjadi dan kau jumpai hari ini??? Apakah kau baik2 saja ato adakah masalah yg mengusik hidupmu??? Ceritalah anakku, agar ibu tau!”
Aq begitu ingin sekali mendengarnya,,
Ingin sekali,,
“kenapa kau bersedih wahai putriku??? Ad gerangan ap hingga tak ku jumpai senyum yg merekah dibibirmu??? Duduklah didekat ibu, ceritakan sekarang dan ibu akan mendengarkannya,,”
Saat ini aq menangis, menanti tanya itu,,
Berharap tak hanya sekedar inginku,,
“anakku, hidup takkan pernah terlepas dari sebuah masalah,, masalah hadir itu untuk menguji mu, akankah kau mampu menhadapi masalah itu???  Ato kau akan membiarkannya tanpa menyelesaikannya,,”
“disini masih ad ibu yg akan mendengar keluh kesah mu, disini masih ad ibu tempatmu mencurahkan apa yg mengusik jua mewarnai hatimu, disini masih ad ibu yg kan mendampingimu menyelesaikannya, disini masih ad ibu dmana kau bisa ceritkan cerita2 tentang perjalnanmu,, dan tak tersadarkah kau wahai putriku,, ada Allah yg masih setia bersama hambaNYA,,”
Aq sangat ingin kan itu,,
****

Hemm,,
Knapa aq harus menginginkan itu??? Sedang kan aq tak bisa buatkan bahagia,,
Tak bisa sedikit membuat bangga,,
Hanya kecewa jua luka yg ku toreh jua ku ciptakan pada mereka,,

Heh kau??? Harusnya kau sadar, sebelum kau menginginkan tnya perhatian dari bidadarimu,,
Bidadari yg bgitu menyayangimu,,
Sudhkah kau buatnya tersenyum???
Sudahkah kau buatkan bahagia untuknya???
Sadarkah kau, ia begitu besar berkorban untukmu,,
Begitu besar kasih sayang tercurah untukmu,,
Belum cukupkah pengorbanan jua kasih sayang yg ia berikan,,
Bahkan taruhan nyawa yg ia berikan hanya tuk melihatmu tersenyum???

0 komentar

sesuatu


Ajarilah kami bagaimana memberi  sebelum meminta, berfikir sebelum bertindak, santun dalam berbicara, tenang ketika gundah, diam ketika emosi melanda, bersabar dalam setiap ujian,.
Jadikan kami orang2 yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebijaksana Umar bin Khatab, sedermawan Utsman bin Affan, sepintar Ali bin Abi Thalib, sesederhana Bilal, setegar Khalid bin Walid radiallahu’anhu,. (Aamiin Ya Rabb,,)
Aku menunggumu karna Allah ini bukan sekedar kata2 agarkamu jatuh hati padaku namun ini adlah kejujuranku. Mengapa aku berkata seperti ini?? karena aku menyukai orang2 yg mencintaiNYA, yg mencintai RasullNYA, dan denganmu, kuharap keteguhanmu bisa mengajakku serta untuk semakin mencintaiNYA,.
Aku merindukanmu karena Allah ini bukan untaian rahasia dalam hatiku untuk memikatmu. Mengapa aku berkata seperti ini? karena akutahu, mengucapkan ikrar suci itu menyempurnakan hidupku, dan pernikahan adalah sunnah Rasulullah dan Rasulullah adalah kekasih Allah,.
Cinta adalah anugrahNYA ditumbuhkan dihati orang2yg dikehendakiNYA. Bagaimana aku tidak merindukan kehadiranmu wahai kekasih,, to come in my life??
Aku menunggumu karna Allah ini bukan rajutan perasaan untuk sebuah penantian. Mengapa aku berkata seperti ini?? karena aku tahu, diriku terlalu banyak kekurangan dan karnanya aku butuh seseorang yg lebih halus untuk menaklukan hatiku yg tegas dan yg lebih tangguh untuk menguatkan hatiku yg lemah dengan injinNYA,.
Aku tahu, terlalu banyak yg harus ku perbaiki, karenanya, aku menunggumu untuk menjadi pendamping hidupku, aku menunggumu untuk lebih membimbingku dengan tulusmu, untuk lebih mengajariku dengan sabar hingga kenikmatan imanku terhadapNYA semakin dalam dengan ijinNYA, disetiap harinya, dan untuk selama lamanya,. (Aamiin Ya Rabb,,)
aku tahu, dalam hatiku, aku tak ingin hidup sendiri, karenanya, aku berharap Allah menganugrahkan padaku seorang imam untuk berbagi banyak hal dan menerima apa adanya diriku beserta keluargaku,. Kekasih, bila engkau benar2 ada dalam hidupku,, semoga Allah memantapka hati kita dan mendekatkan kita dijalan yg lebih DIA ridhoi,, (aamin Ya Rabb,,)
aku mencintaimu karna Allah, aku merindukanmu karna Allah dan aku menunggumu karna Allah,. Diraga manakah jiwamu bersemayam?? Dari sini aku menatap jejakmu dengan raga yg menari bersama angin, diantara gemuruh ombak kerinduanku rasakan getarku, yg membiarkan selarik bintang yg menemanimu serta untuk menjemputku,. Meski mungkin tak ada peta yg bisa dirimu genggam, ijinkan bisik hatiku sebagai petunjuk arahmu dengan ijinNYA,.
Ya Rabb, redamkanlah rinduku dijalan yg terbaik menurut ENGKAU untuk dunia dan akhiratku,. (aamiin Ya Rabb,,)
Bila kerabat dan teman tak lagi cukup untuk menemani kehidupanku, maka hari itu adalah yg aku tunggu, apakah dia, jawaban itu??

Hanya doa yg bisa tersampaikan,,
Ya Rabb,,
Jika dia adalah imam yg Engkau ciptakan untuk diri ini,,
Dekatkanlah, satukan kami di mikhrab cinta jua ridhoMU,,
Jaga cinta yg ada di hati kami, agar rasa itu tetap terjaga hingga akhir nanti,,
Berikan kemudahan kami tuk bersatu dalam menggapai surgaMU,,
Namun, Ya Rabb,,
Jika dia bukanlah imam yg Engkau ciptakan untuk diri ini,,
Jauhkan aku sejauh mungkin,,
Hapus rasa cinta ini, seolah olah aku tak pernah jatuh cinta padanya, dan meminta padaMU agar ia menjemputku tuk mejadi kekasih hatinya,,

Berikanlah yg terbaik tuk diri kami,,
Karna kami yakin, apapun yg akan terjadi nanti,,
Itulah yg terbaik untuk kami dariMU, Ya Rabb,,
(aamiin Ya Rabb)

0 komentar

PERPISAHAN

Begitu berat hati ini, ketika kata demi kata ku baca dri sebuah pesan yg kau titipkan untukku,,

Seketika gemuruh ombak mengguncang pertahanan hatiku, setelah sekian lama ku pendam gejolaknya,,

Pecah, hening tercipta, dan air mata menetes tanpa titah,,

Rasa bersalah bgitu menyudutkanku,,

Hingga kau pergi,, dan tak pernah ku tau, akankah kau kembali ataukah tak selamanya???

Terdiam, aq hanya bisa terdiam,,

Dan seharusnya tak ku tangisi kepergianmu, karna kau tlah mengambil keputusan yg insyaAllah itu yg terbaik,,

Aq bgitu mengaggumimu,,

Ketaatanmu padaNYA bgitu luar biasa,,

Biarkan perih ini ku rasa, karna ku pun menyadari kau pun jua rasa,,

Tpi insyaAllah, jika Allah berkendak kan ada sebuah perjumpaan yg jauh lbih indah,,

0 komentar

PERAN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN ASPEK FISIK PADA REMAJA

PADA REMAJA

REMAJA
“Remaja” adalah salah satu periode dalam rentang kehidupan individu. Dimana mempunyai sebuah kesan tersendiri dalam perjalanan setiap manusia. Dimana remaja pada fase perkembangan dan pertumbuhan mempunyai peranan penting yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi. Masa ini merupakan segmen kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan individu, dan merupakan masa transisi yang dapat diarahkan kepada perkembangan masa dewasa yang sehat.
Erikson berpendapat bahwa remaja merupakan masa berkembangnya identity. Identity merupakan vocal point dari pengalaman remaja, karena semua krisis normatif yang sebelumnya telah memberikan konstribusi kepada perkembangan identitas ini. Erikson memandang pengalaman hidup remaja berbeda dalam keadaan moratorium, yaitu suatu periode saat remaja diharapkan mampu mempersiapkan dirinya untuk masa depan, dan mampu menjawab pertanyaan “siapa saya?” dia mengingatkan bahwa kegagalan remaja untuk mengisi atau menuntaskan tugas ini akan berdampak tidak baik bagi perkembangan dirinya. (Dr. H. Syamsu Yusuf LN., M.Pd; 2010; 71)
Menurut Konopka, masa remaja ini meliputi (Dr. H. Syamsu Yusuf LN., M.Pd; 2010; 184):
a.       Remaja awal: 12-15 tahun
b.      Remaja madya: 15-1 8 tahun
c.       Remaja akhir: 19-22 tahun
Monks, Knoers dan Haditono, (2001) membedakan masa remaja atas empat bagian (Desmita; 2005; 190), yaitu:
1.      Masa pra-remaja atau pra-pubertas (10-12 tahun)
2.      Masa remaja awal atau pubertas (12-15 tahun)
3.      Masa renaja pertengahan (15-18 tahun)
4.      Masa remaja akhir (18-21 tahun)
Sementara Salzman mengemukakan, bahwa remaja merupakan masa perkembangan sikap tergantung (dependence) terhadap oragtua ke arah kemandiria (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, dan perhatian terhadap nilai-nilai estetika dan isu-isu moral. (Dr. H. Syamsu Yusuf LN., M.Pd; 2010; 184)
Remaja merupakan periode tertentu dari kehidupan manusia adalah suatu konsep yang relatif baru dalam kajian psikologi. Di negara- negara Barat, istilah remaja dikenal dengan “adolescence” yang berasal dari kata dalam bahasa Latin “adolescere” (kata bendanya adolescentia = remaja), yang berarti tumbuh menjadi dewasa atau dalam perkembangan menjadi dewasa. (Desmita; 2005; 189)
Apabila remaja gagal dalam mengembangkan rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah, bagaikan kapal yang kehilangan kompas. Dan akan berdampak, mereka akan mengembangkan perilku yang menyimpang (delinquent), melakukan kriminalitas, atau menutup diri (mengisolasi diri) dari masyarakat.
Dalam merumuskan sebuah definisi yang memadai tentang remaja tidaklah mudah, sebab kapan masa remaja berakhir dan kapan anak remaja tumbuh menjadi seorang dewasa tidak dapat ditetapkan secara pasti. Kesulitan untuk memastikan berakhirnya masa adolesen ini, diantaranya karena adolesen sesungguhnya merupakan suatu ciptaan budaya, yakni suatu konsep yang muncul dalam masyarakat modern sebagai tanggapan terhadap perubahan sosial yang menyertai perkembangan industri pada anak ke-19 di Eropa dan Amerika Serikat.setidaknya, hingga akhir abad ke-18, konsep adolesen belum digunakan untuk menunjukan suatu periode tertentu dari kehidupan manusia. Baru sejak abad ke-19 muncul konsep adolesen sebagai suatu periode kehidupan tertentu yang berbeda dari masa anak-anak dan masa dewasa. (Desmita; 2005; 189)
Lustin Pikanus dalam (Dr. H. Syamsu Yusuf LN., M.Pd; 2010; 71-72)  membahas tugas perkembangan remaja, mengemukakan pendapat McCandless dan Evans yang berpendapat bahwa masa remaja akhir ditandai oleh keinginan kuat untuk tumbuh dan berkembang secara matang agar diterima oleh teman sebaya, orang dewasa, dan budaya. Pada periode ini, remaja memperoleh kesadaran yang jelas tentang apa yang diharapkan masyarakat dari diriny. Mulai dari Erikson, banyak para ahli psikologi memadang bahwa identity formation (pembentukan identitas / jati diri) merupakan tugas perkembangan utama bagi remaja. Jika remaja gagal atau tidak memdapat keputusan dalam menjawab pertanyaan “siapa saya” dan “mengapa saya?” maka mereka akan meengalami peperangan dalam dirinya. Jika saja secara terus menerus, remaja aktif menanyakan tentag kebingungannya mengenai idologi dan pekerjaan, atau ketidakjelasan tentag peranan dirinya dalam kelompok sebaya atau orang dewasa, maka dia memerlukan moratorium –tahun-tahun tambahan untuk menemukan solusi yang dapat diterima– sebelum mereka mencapai gaya hidup seperti orang dewasa. Pikunus juga mengemukaka pendapat William kay, yaitu bahwa tugas perkembangan utama remaja adalah memperoleh kematangan sistem moral untuk membimbing perilakunya. Kematangan remaja belumlah sempurna, jika tidak memiliki kode moral yang dapat diterima secara universal. Selanjutnya, William kay (Dr. H. Syamsu Yusuf LN., M.Pd; 2010; 72) mengemukakan tugas-tugas perkembangan remaja sebagai berikut.
a.       Menerima fisiknya sendiri berikut keragaman kualitasnya.
b.      Mencapai kemadirian emosional dari orangtua atau figur-figur yang mempunyai otoritas.
c.       Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dan belajar bergaul dengan teman sebaya atau orang lain, baik secara individual maupun kelompok.
d.      Menemukan manusia model yang dijadikan identitasnya
e.       Menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri.
f.       Memperkuat self-control (kemampuan mengendalikan diri) atas dasar skala nila, prinsip-prinsip atau falsafah hidup (Weltanschauung).
g.      Mampu meninggalkan reaks dan penyesuaian diri (sikap / perilaku) kekanak-kanakan.
Kemampuan seseorang untuk menemukan sumber-sumber dan cara-cara untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhannya, dan menuntaska tugas-tugas perkembangannya merupakan isyarat kunci bagi ketetapan perkembangannya. Upaya mengeksplorasi dan belajar adalah penting untuk bergerak ke arah self-realization. Periode remaja merupakan gerakan berkesinambungan dari masa anak ke masa dewasa.
Pada masa remaja mulailah tumbuh dalam diri seorang remaja seuatu dorongan untuk hidup, kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya, teman yang dapat turut merasakan suka dan dukanya. Proses terbentuknya pendirian atau pandangan hidup atau cita-cita hidup dapat dipandang sebagai penemuan nilai-nilai kehidupan. Proses penemuan nilai-nilai kehidupan tersebut adalah:
1.      Karena tiadanya pedoman, si remaja merindukan suatu yang dianggap bernilai, pantas dipuja walaupun sesutau yang dipujanya belum mempunyai bentuk tertentu, bahkan seringkali remaja hanya mengetahui bahwa dia menginginkan sesuatu tetapi tidak mengetahui apa yang diinginkannya.
2.      Objek pemujaan itu telah menjadi lebih jelas, yaitu pribadi-pribadi yang dipandang mendukung nilai-nilai tertentu (jadi personifikasi nilai-nilai). Pada anak laki-laki sering aktif meniru, sedangkan pada anak perempuan kebanyakan pasif, mengagumi, dan memujanya dalam khayalan. (Dr. H. Syamsu Yusuf LN., M.Pd; 2010; 27)
Setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya, pada dasarnya telah tercapailah masa remaja akhir dan telah terpenuhilah tugas-tugas perkembangan masa remaja, yaitu menemukan pendirian hidup dan masuklah individu ke dalam masa dewasa.
FISIK REMAJA
Sebelum masa kanak-kanak berakhir, tubuh anak telah mempersiapkan diri untuk memulai tahap pematangan kehidupan kelaminnya. Saat inilah yang dikenal dengan sebutan remaja – pubertas – berasal dari kata Latin pubertas yang artinya adalah “usia kedewasaan”. Berbeda dari pendapat umum bahwa masa remaja berlangsung dengan cepat, ternyata perubahan yang terjadi pada masa ini berlangsung selama kurang lebih 3 atau 4 tahun. (Elizabeth B. Hurlock; 1987; 127)
Secara umum terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik yang sangat pesat dalam masa remaja awal (12/13-17/18 tahun). Dalam jangka 3 atau 4 tahun anak bertumbuh hingga tingginya hampir menyamai tinggi orang tuanya. Bagi laki-laki mulai memperlihatka penonjolan otot-otot pada dada, lengan, paha, dan betis yang mulai nampak. Bagi wanita mulai menunjukkan mekar tubuh yang membedakan dengan tubuh kanak-kanak. Dalam kecepatan pertumbuhan, terutama nampak jelas dalam usia 12-14 tahun, dalam masa remaja putri bertumbuh demikian cepat meninggalkan pertumbuhan remaja pria. (Andi Mappiare; 1982; 48)
Masa remaja ditandai dengan percepatan pertumbuhan fisik. Pertumbuhan perkembangan fisik pada akhir remaja menunjukkan terbentuknya remaja laki-laki sebagai bentuk khasnya remaja laki-laki dan perempuan sebagai bentuk khasnya perempuan. Proses pertumbuhan ini dipengaruhi percepatan pertumbuhan fisik remaja: (masa kritis dari perkembangan biologis) serta berupa perubahan bentuk tubuh, ukuran tinggi, dan berat badan, proporsi muka dan badan.
Pertumbuhan fisik masa remaja mengalami perubahan dengan cepat, lebih cepat dibandingkan dengan masa anak-anak atau masa dewasa. Untuk mengimbangi pertumbuhan yang cepat itu, remaja membutuhkan makan dan tidur yang lebih banyak. Dslam hal ini kadang orang tua tak mau mengerti dan marah-marah bila mendapati anaknya terlalu banyak makan dan tidur. Perkembnagn fisik mereka jelas terlihat. Pada tungkai dan tangan, tulag kaki da tangan, otot-otot tubuh berkembang pesat, sehingga anak terlihat bertumbuh tinggi, tetapi kepalanya masih mirip dengan anak-anak. (Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono; 1989; 63)
Penyebab Perubahan Pada Tahap Remaja
Sampai pada akhir abad lalu, para ilmuan belum dapat mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan perubahan seseorang dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Saat ini, telah dapat dikethui bahwa penyebab perubahan pada masa remaja adalah adanya dua kelenjar yang menjadi aktif bekerja dalam sistem endokrin. Kelenjar pituitary yang terletak di dasar otak mengeluarkan dua macam hormon yang diduga erat hubungannya dengan perubahan pada masa remaja. Kedua hormon itu adalah hormon pertumbuhan yang menyebabkannya perubahan ukuran tubuh dan hormon gonadotropik atau sering disebut hormon yang merangsang gonad – yaitu merangsang gonad agar mulai aktif bekerja. Tidak beberapa lam sebelum saat remaja dimulai, kedua hormon ini sudah mulai diproduksi dan pada saat remaja telah semakin banyak dihasilkan. Seluruh proses ini dikendalikan oleh perubahan yang terjadi dalam kelenjar endokrin. Kelenjar ini dikatifkan oleh rangsangan yang dilakukan kelenjar hypothalamus, kelenjar yang dikenal sebagai kelenjar untuk merangsang pertumbuhan pada saat remaja. (Elizabeth B. Hurlock; 1987; 128)
Meskipun kelenjar gonad, atau kelenjar kelamin ini, sudah ada dan aktif sejak seorang dilahirkan, namun kelenjar ini seolah-olah tidur dan baru akan aktif setelah diaktifkan oleh hormon gonadtropik dari kelenjar pituitary pada saat si anak memasuki tahap remaja. Anak remaja ini akan mengalami pula perubaha fisik dan psikologis. Segera setelah tercapai kematangan alat kelamin, maka hormon gonad akan menghentikan aktivitas hormon pertumbuhan. Dengan demikian, pertumbuhan fisik akan terhenti. Keseimbangan yang tepat yang tercipta antara kelenjar pituitary dan gobad menimbulkan perkembangan fisik yang tepat pula. Sebaliknya jika terjadi gangguan dalam keseimbangan ini, maka aka timbul penyimpangan. (Elizabeth B. Hurlock; 1987; 128)
Selama masa puber ini seluruh tubuh mengalami perubahan, baik di bagian luar maupun di bagian dalam tubuh, baik dalm struktur tubuh maupun dalam fungsinya. Hampir untuk semua bagian, ternyata perubahannya mengikuti jadwal waktu yang dapat diperkirakan sebelumnya. Perubahan tersebut tampak jelas sekali pada bagian pertama masa puber.
Perubaha Tubuh Yang Utama Dalam Masa Puber
Perubahan Ukuran Tubuh
   Kecepatan pertumbuhan mendadak menjadi cepat sekitar 2 tahun sebelum anak mencapai taraf pematangan kelaminnya. Setahun sebelum pematangan ini, anak akan bertambah tinggi 10 sampai 15 cm dan bertambah beratnya 5 sampai 10 kg. Setelah terjadi pematangan kelamin ini, pertumbuhan masih terus terjadi namun dalam tempo yang sedikit lebih perlahan. Selama 4 tahun pertumbuhan, tinggi anak akan bertambah 25 persen dan berat tubuhnya hampir mencapai dua kali lipat. Anak laki-laki tumbuh terus lebih cepat dari pada anak perempuan, dan anak laki-laki ini akan mencapai bentuk tubuh dewasa pada usia 19 sampai 20 tahun, sedangkan anak perempuan pada usia 18 tahun.
Perubahan Proporsi Tubuh
Ciri tubuh yang kurang proporsional pada masa puber ini tidak sama untuk seluruh tubuh, ada bagian tubuh yang semakin tidak proporsional dan ada pula bagian tubuh yang justru berkurang ketidakproporsionalnya. Proporsi yang tidak seimbang ini akan berlangsung terus sampai seluruh masa puber telaah dilalui sepeuhnya sehingga akhirnya proporsi tubuhnya mulai tampak seimbang menjadi proporsi orang dewasa. Perubahan ini terjadi baik di dalam ataupun di bagian luar tubuh anak. Misalnya, di masa kanak-kanak jantungnya kecil, sedangkan pembuluh darah kulit kurang begitu tampak. Pada masa puber yang terjadi sebaliknya.
Ciri Kelamin Yang Utama
Pada masa kanak-kanak, alat kelamin yang utama masih belum berkembang dengan sempurna. Ketika memasuki masa puber alat kelamin mulai berfungsi pada saat berumur 14 tahun. Sedangkan pada anak perempuan, indung telurnya juga mulai berfungsi pada usia 13 tahun, saat pertama kali haid. Bagian lain dari alat perkembangbiakan pada anak perempuan saat ini masih belum berkembang dengan sempurna, sehingga belum mampu untuk mengandung anak untuk beberapa bulan atau setahun lebih. Masa interval ini disebut sebagai “saat steril” masa puber.
Ciri Kelamin Kedua
Ciri kelmin kedua inilah yang membedakan bentuk fisik antara wanita dan pria. Ciri ini pula yang seringkali merupakan daya tarik antarjenis kelamin. Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan perkembanga ciri kelamin yang utama, dan keduanya akan mencapai taraf kematangan pada tahun pertama atau tahun kedua masa remaja. Pada anak perempuan antara lain tampak pertumbuhan buah dada dan pinggul membesar, pada anak laki-laki antara lain terjadi perubahan suara, meningkatnya pertumbuhan otot, tumbuhnya bulu kumis dan jenggot, dan perubahan jaringan kulit. (Elizabeth B. Hurlock; 1987; 129)
Kematangan seskual merupakan suatu rangkaian dari perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja, yang ditandai dengan perubahan pada ciri-ciri seks primer (primary sex characteristics) dan ciri-ciri seks sekunder (secondary sex characteristics). Meskipun perkembanga ini biasanya mengikuti suatu urutan tertentu, namun urutan dari kematangan seksual tidak sama pada setiap anak, dan terdapat perbedaan individual dalam umur dari perubahan-perubahan. (Desmita; 2005; 192)


                     Perubahan Ciri-ciri Seks Primer
     Ciri-ciri seks primer menunjuk pada organ tubuh yang secara lagsung berhubungan dengan proses reproduksi. Ciri-ciri seks primer ini berbeda antara anak laki-laki dan anak perempuan. Bagi anak laki-laki, ciri-ciri seks primer yang sangat penting ditunjukkan dengan pertumbuhan yang cepat dari batang kemaluan (penis) dan kentung kemaluan (scrotum), yang mulai terjadi pada usia sekitar 12 tahun dan berlangsung sekitar 5 tahun untuk penis dan 7 tahun untuk skrotum. Pada skrotum, terdapat dau buah testis (buah pelir) yang tergantung di bawah penis. Testis ini sebenarnya telah ada sejak kelahiran, namun baru sekitar 10% dari ukuran matang. Testis mencapai kematangan penuh pada usia 20 atau 21 tahun, yang mula-mula terlihat pada peningkatan panjang penis, yang secara berangsur-angsur bertambah besar.
Perubahan-perubaha pada ciri-ciri seks primer pada pria ini sangat dipengaruhi oleh hormon, terutama hormon perangsang yang diproduksi oleh kelenjar bawah otak (pituitary gland). Hormon perangsang pria ini merangsang testis, sehingga testis menghasilkan hormon testosteron dan androgen serta spermatozoa. Sperma yang dihasilkan dalam testis selama masa remaja ini, memungkinkan untuk mengadakan reproduksi untuk pertama kalinya. Karena itu, kadang-kadang sekitar usia 12 tshun, anak laki-laki kemungkinan mengalami penyemburan air mani (ejaculation of semen) mereka yang pertama atau dikenal dengan istilah “mimpi basah”.
Sementara itu, pada anak perempuan, perubahan ciri-ciri seks primer ditandai dengan munculnya periode menstruasi, yang disebut dengan menarche, yaitu menstruasi yang pertama kali dialami oleh seorang gadis. Terjadinya menstruasi pertama ini memberi petunjuk bahwa mekanisme reproduksi anak perempuan telah matang, sehingga memungkinkan mereka untuk mengandung dan melahirkan anak. Munculnya menstruasi pada perempuan sangat dipengaruhi oleh perkembangan indung telur (ovarium). Ovarium terletak dalam rongga perut wanita bagian bawah, di dekat uterus, yang berfungsi memproduksi sel-sel telur (ovum) dan hormon-hormon estrogen dan progesteron. Hormon progesteron bertugas untuk mematangkan dan mempersiapkan sel telur (ovum) sehingga siap untuk dibuahi. Sedangkan hormon estrogen adalah hormo yang mempengaruhi pertumbuhan sifat-sifat kewanitaan pada tubuh seseorang (pembesaran payudara dan pinggul, suara halus, dan lain-lain). Hormon ini juga mengatur siklus haid.
Oleh karena itu, menstruasi pertama pada seorang gadis didahului oleh sejumlah perubahan lain, yang meliputi pembesaran payudara, kemunculan rambut di sekitar daerah kelamin, pembesaran pinggul dan bahu. Selanjutnya, ketika percepatan pertumbuhan mencapai puncaknya, maka ovarium, uterus, vagina, labia, dan klitoris berkembang pesat (Desmita; 2005; 192-193).
Perubahan Ciri-ciri Seks Sekunder
Ciri-ciri seks sekunder adalah tanda-tanda jasmaniah yang tidak langsung berhubungan dengan proses reproduksi, namun merupakan tanda-tanda yang membedakan antara laki-laki dan perempuan. Tanda-tanda jasmaniah ini muncul sebagai konsekuensi dari berfungsinya hormon-hormon yang ada dan berkembang sejak masa puber. Diantaran tanda-tanda jasmaniah yang terlihat pada laki-laki adalah tumbuh kumis dan janggut, jakun, bahu dan dada melebar, suara berat, tumbuh bulu di ketiak, di dada, di kaki dan di lengan, dan di sekitar kemaluan, serta otot-otot menjadi kuat. Sedangkan pada perempuan terlihat payudara dan pinggul yang membesar, suara menjadi halus, tumbuh bulu di ketiak dan di sekitar kemaluan.
SEKOLAH
Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikaan formal, yang umumnya wajib untuk ditempuh. Sekolah mempunyai arti penting bagi kehidupan dan perkembangan peserta didik. Sekolah dipandang dapat memenuhi beberapa kebutuhan peserta didik dan menentukan kualitas kehidupan mereka di masa depan.
Anak-anak menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah sebagai anggota suatu masyarakat kecil yang harus mengerjakan sejumlah tugas dan mengikuti sejumlah aturan yang menegaskan dan membatasi perilaku, perasaan, dan sikap mereka ( Desmita; 2005; 187 ). Interaksi dengan guru dan teman sebaya di sekolah, memberikan suatu peluang yang besar bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan ketrampilan sosial, memperoleh pengetahuan tentang dunia, serta mengembangkan konsep diri sepanjang masa pertengahan dan akhir anak-anak.
Iklim sekolah ( school climate ) adalah sesuai atau suasana yang muncul akibat hubungan antara kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru, guru dengan peserta didik, dan hubungan antarpeserta didik, yang memengaruhi sikap (attiude), kepercayaan (beliefs), nilai (values), motivasi (motivation), dan prestasi orang-orang (personalia) yang terlihat dalam suatu (sekolah) tertentu. Sejumlah pemikir dan praktisi dunia pendidikan kontenporer, (seperti Hanushek, 1995; Bobbi De Porter, 2001; Hoy & Miskel, 2001; Sackney, 2004), menyarankan kepada pihak sekolah agar mampu menciptakan iklim sekolah yang sehat dan menyenangkan, yang memungkinkan siswa dapat menjalin interaksi sosial secara memadai di lingkungan sekolah. Iklim sekolah yang sehat ini, di samping dibutuhkan untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, juga diperlukan untuk mengantisipasi timbulnya perasaan tidak nyaman dan stres dalam diri siswa, yang pada gilirannya akan memengaruhi prestasi belajar mereka ( Desmita; 2009; 301-302 ).
Peran Sekolah
Memberikan Pengetahuan Seksual
Menurut June Reinisch (1990), direktur  dari Kinsey Institute for Sex, Gender, and Reproduction, umumnya para warga AS lebi banyak mengetahui fungsi mobil dibandingkan fungsi-fungsi tubuhnya secara seksual. Para remaja dan oarang dewasa Amerika tidak terlindungi dari pesan-pesan seksual; Reinisch menyatakan bahwa remaja terlalu sering dibanjiri oleh pesan-pesan seksual. Informasi seksual yang diterima banyak sekali namun banyak yang menyesatkan. Dalam beberapa kasus, para guru dalam pendidikan seks pun sering kali memperlihatkan kecenderungan untuk mengabaikan seksualitas. Salah seorang guru pendidikan seks di sekolah menengah atas menyebut “erogenous zone” sebagai “crroneous zone” yang menyebabkan para siswa menjadi berpikir bahwa bagian tubuh mereka yang secara seksual sensitif ini merupakan kelainan (Jonh W. Santrock Jilid 1; 2007; 288).
Sebagian besar remaja tidak mengetahui dalam tahap apa dari siklus menstruasi perempuan yang dapat menyebabkan kehamilan. Dalam sebuah studi, 12 persen lebih dari 8000 siswa beranggapan bahwa pil KB dapat memberika perlindungan terhadap AIDS, dan 23 persen berpendapat bahwa mereka dapat mengetahui apakah calon rekan kencannya terinfeksi HIV atau tidak hanya dengan sekedar melihatnya (Heichinger). Dalam sebuah survei nasional yang melibatkan lebih dari 1500 remaja berusia 12 hingga 18 tahun, para responden menyatakan bahwa memiliki cukup informasi yang diperlukan untk memahami kehamilan namun kurang informasi mengenai bagaimana caranya memperoleh dan menggunakan alat kontrasepsi (Kaiser Family Foundation) (Jonh W. Santrock Jilid 1; 2007; 288-289).
Dengan pengetahuan yang disampaikan pada para peserta didik tentang informasi seksualitas, diharapkan para siswa lebih bisa mengambil sikap yang baik guna kebaikan dan kesiapan siswa pada dirinya di masa mendatang. Namun peran sekolah dalam memberikan pengetahuan tentang seksualitas juga membutuhkan sebuah dorongan dan peran serta partisipasi keluarga.
Joyce Epstein mengusulkan rekomendasi berikut untuk meningkatkan orang tua dalam pendidikan remaja di sekolah:
·         Keluarga memiliki kewajiban dasar untuk memberikan rasa aman dan kesehatan bagi remajanya. Banyak orang tua tidak mengetahui perubahan-perubahan normal yang terjadi di usia remaja. Program sekolah-keluarga dapat membantu dalam mendidik orang tua mengenai rangkaian perkembangan remaja yang normal. Sekolah juga dapat menawarkan program-program yang berkaitan dengan isu-isu kesehatan di masa remaja, termasuk infeksi yang ditularkan secara seksual, depresi, obat terlarang, kenakalan remaja, dan gangguan makan. Sekolah juga dapat membantu orang tua dalam menemukan tempat yang aman bagi remaja ketika mereka menggunakan waktunya di luar rumah. Sekolah merupakan komunitas yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat organisasi remaja dan agen layanan sosial.
·         Sekolah memiliki kewajiban dasar untuk mengkomunikasikan dengan keluarga siswa mengenai program-program sekolah dan kemajuan yang diraih oleh siswa remaja. Guru dan orang tua jarang sekali mengenal selama di sekolah menengah. Oleh karena itu guru yang lebih langsung dan personal, perlu dilakukan. Orang tua juga perlu memperoleh informasi yang lebih baik mengenai pilihan-pilihan mata pelajaran dalam kurikulum akan menghasilkan pilihan-pilihan karir. Secara khusus hal ini diperlukan bagi para siswa perempuan dan etnis minoritas yang mengikuti mata-pelajaran ilmu pengetahuan dan matematika.
·         Orang tua perlu meningkatkan keterlibatannya di sekolah. Orang tua dan anggota keluarga lain dapat membantu guru di kelas melalui berbagai cara seperti melakukan tutoring, mengajarkan keterampilan tertentu, memberikan bantuan klerikal atau pemantauan. Keterlibatan semacam itu sangat dibutuhkan di sekolah-sekolah pusat kota.
·         Orang tua perlu didorong untuk lebih terlibat dalam kegiatan belajar remaja di rumah. Sekolah-sekolah menengah sering kali membangkitkan keprihatinan orang tua mengenai keahlian dan kemampuan yang diperlukan agar dapat membantu anak-anak remajanya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah. “Matematika Keluarga” dan “Komputer Keluarga” merupakan contoh dari program-program yang telah dikembangkan oleh beberapa sekolah menengah untuk meningkatkan keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar remajanya (Jonh W. Santrock Jilid 2; 2007; 118).
Memberikan Pengetahuan Tentang Kesehatan dan Jasmani
Sebaiknya sekolah juga memberikan sebuah kurikulum yang berhubungan dengan kesehatan fisik dan jasmani. Seperti adanya materi olahraga da penjaskes. Dimana seorang siswa mampu memahami apa saja yang harus diperhatikan dan dijaga guna mengembangkan aspek fisik remaja dengan baik dan teratur. Sehingga siswa pun benar-benar paham dan mengerti apa saja yang harus dilakukan untuk tetap hidup sehat dengan fisik yang sehat pula.






DAFTAR PUSTAKA
Desmita, Psikologi Perkembangan, Jakarta: Rosda, 2005.
Hurlock, Elizabeth. B., Perkembangan Anak jilid 1, Jakarta: Erlangga, 1978.
Yusuf. LN, Syaiful, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung: RosdaKarya, 2010.
Mappiare, Andi, Psikologi Remaja, Surabaya: Usaha Nasional, 1982.
Sarwono, Sarlito. W., Psikologi Remaja,Semarang: RajaGerindo Persda, 1989.
Desmita. Psikologi Perkembangan Peserta Didik, Bandung: RosdaKarya, 2009.
Santrock, Jonh W., Remaja jilid 1, Bandung: Erlangga, 2007.
Santrock, Jonh W., Remaja jilid 2, Bandung: Erlangga, 2007.

0 komentar
 
Coretan iVa © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters