SAJAK PERENUNGAN


lagi lagi kuterdiam..
dibawah naungan sang malam dalam sebuah perenungan..
menciptakan keheningan dalam susanaku sendiri..
dan tetap saja gambarkan sepi yang tak pernah ciptakan arti teruntuk siapapun..
terkecuali diri ini..
seorang diri..
mencoba tuk tetap melangkah dan terus melangkah sampai waktu memintaku tuk berhenti..

aku hanya bisa menerawang dan mencoba menjelajahi langit malam..
mencari sebuah makna yang slalu ku nanti dalam sebuah misteri..
meski tertatih ku coba tuk tetap bertahan..
sebisa mungkin tetap bertahan tuk ikhlas melepas sebuah harapan yang pernah dan kini pun masih saja singgah dalam sudut hati..

Ya Rabb..
Aku hanya tak ingin terlalu meminta harap padaMU tentang sosoknya..
Aku tak ingin terlalu jauh memimpikan ia hadir dalam kehidupan nyataku sedang ku tak tau apakah KAU menakdirkan sosoknya tuk ada dalam ceritaku atau tidak..
Ya, meski hanya diam yang ku lakukan..
Meski hanya berdebat dalam batinku sendiri..
Tapi aku tak ingin aku terjatuh karna inginnya hati menjadi sosok pilihannya..
Sedang pada akhirnya bukan diriku yang menjadi permata baginya..
Ku sadari..
Aku masih belum bisa menyamainya..
Kau ciptakan sosoknya dengan sebuah keLUAR BIASAan yang membuatku terkagum..
Ketakwaannya padaMU..
Keimanannya padaMU..
Dan begitu kokohnya syari’at islam yg dia pegang hanya tuk menggapai ridhaMU..
Hingga buatku berharap dalam sebuah rasa..
Sedangkan  diriku???
TIDAK..
CUKUP..
Aku masih begitu jauh dari sosok permata yang ia dambakan..

Ya Rabb..
Aku tak ingin rasa yang KAU titipkan ini merusak semua keyakinan yang ada pada diriku akan kuasaMU..
Tak ingin hati ini menafikkan takdir dan keAGUNGAN CINTAMU..
Sungguh..
Terlalu ku tak pedulikan itu..
Cinta dan kasihMU yang tercurah dan slalu ada menaungi semesta..
Ya..
Sempat aku melupakan itu..
Aku terlupa bahwa KAU lah PEMILIK HATI yang sesungguhnya..
KAU lah yang MAHACINTA..
Dan KAU lah yang MAHA MEMBOLAK BALIKKAN HATI..

Detik ini..
Ku pinta satu harap padaMU akan sosoknya
Jika memang KAU mengijinkan rasa ini tetap ada dan singgah dalam hati, jangan biarkan melebihi rasa cintaku padaMU..
Begitupula dirinya, ijinkan rasa cinta bersemi indah dalam sanubarinya dan jangan biarkan rasa cinta yang ada melebihi rasa cintanya padaMU..
Dan ijinkan aku dan dirinya tetap menjaga rasa yang KAU titipkan dalam diamku jua dalam diamnya..
Meski kini jarak begitu jauh memisahkan..
Hingga suatu saat nanti,  jika KAU memang mengijinkan sosoknya menjadi imam teruntukku, biarkan takdirMU yang mempertemukanku dengannya dalam sebuah ikatan suciMU..
Menjemputku dengan sebuah ritual syari’atMU..
Mengajakku berlabuh dalam sebuah pelayaran menuju surga terindahMU..
Bersama mujahid mujahidah kecil yang kau hadiahkan teruntukku jua dirinya nanti..

Namun, jika tak KAU ijinkan rasa ini tetap ada dalam hatiku jua hatinya..
Dan jika memang dia tidak tercipta tuk menjadi sosok imam bagi diriku, jua tak kau takdirkan aku menjadi makmum teruntuknya..
Bantu aku dan dirinya menghapus semua rasa dan kenangan dalam diam tentang kisah yang pernah tercipta..
Hapuskan harapan yang pernah ku pinta padaMU tentang sosok dirinya..
Hapus semua ingin dan mimpiku jua dirinya tentang sebuah cerita indah ketika nanti bersama..
Hadirkan sosok pengganti yang memang KAU ciptakan terbaik untuk diriku jua dirinya..
Bantu diriku jua dirinya melupakan rasa yang sempat KAU titipkan pada hatiku jua hatinya..
Dan sadarkan kami tentang kuasa TAKDIR MU atas sebuah CINTA..

Karna itu..
Biarkan jauh ini lebih berati..
Biarkan jauh ini lebih abadi..
Karna aku yakin janjiMU adalah pasti..
Dan kan indah disaatnya nanti..

Sebuah curahan hati
^_disebuah perenungan yang menyimpan berjuta makna dalam misteri_^
D’aNVaHza
09 Juni 2012, 19:36

0 komentar:

Posting Komentar

 
Coretan iVa © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters